Andalan

Daftar Isi!

A list of some of project run by me 😀 most of them are comic from my college assignment, Random writings And unfinished project that still need more storybuild. Thank you for visiting!

(Click on the picture for the first part)
(Click on the hashtag for the entire post about the list)

Series

projekan3#March 13th

projekan5#The Prince and The Lightbearer

projekan7#comicstrip

projekan4#Random Helianthus Sweetshop Things

Click Read More, for the things I have finished 😀 Lanjutkan membaca “Daftar Isi!”

To The City I Once Belongs To

Tadi nemu notif facebook yang tulisannya kenangan 8 tahun yang lalu. Pas dilihat itu foto pensi pertama yang kuhadiri di sma. Foto burem gambar penari api di lapangan, diambil pakai handphone nokia lamaku. Ada beberapa hal yang keinget pas itu, ada juga yang ngga berhasil diingat, aku dulu benci smaku, dan ternyata sudah 8 tahun berlalu? rasanya aneh sekali melihat sesuatu yang dulu kayak nggak ada ujungnya, tapi sudah jadi masa lalu.

Apakah aku sudah mengucapkan selamat tinggal dengan baik?

Lanjutkan membaca “To The City I Once Belongs To”

Black Paper

Suara hujan di luar jendela adalah hal yang selalu ia dengar di pagi hari bulan Januari itu. ia benci hujan. jalanan jadi becek dan membuat kabur pandangannya, membuat google glass yang dipakainya itu berembun.

Namanya Black.

Black Paper.

Meski terdengar lucu, bagi orang orang yang mengetahuinya itu bukanlah nama yang enak didengar oleh telinga. Black Paper adalah kode nama dari pembunuh bayaran yang mitosnya bisa menyatu dengan bayangan. Koran-koran yang memberinya nama itu, korbannya biasanya adalah bangsawan dan aristokrat yang mempunyai banyak pesaing dalam bisnisnya, kadang pula penjahat yang dianggap mengganggu. Tapi yang jelas, di setiap korban yang ditemukan, terdapat robekan kertas bertuliskan nama korban yang telah dibakar menjadi hitam.

Dan karena itulah ia memakai nama ini.

Di pagi yang mendung itu, Black tengah memutuskan sesuatu. ia memutuskan untuk memperingati hari sial dimana ia dibuang ke dunia ini 25 tahun silam. Dan ia tak ingin menerima kertas dari orang lain, ia memilih untuk menuliskannya sendiri. Sebuah nama spesial untuk hari yang spesial.

Namanya sendiri.

.

Lanjutkan membaca “Black Paper”

Please read ORV! /slap/

21896

[Story ‘Kim Dok Ja with a flower’ has begun]

its a stupid story he got in ch.342 alongside ‘The Stone and I’ and ‘Kim dokja Likes a Branch’ because of touching random things. but flower is cute, so I imagining the effect of this story will made him had a ‘flowery background like in shoujo manga’ ahahaha

guess i can do this romance-webtoon type of drawing too. xD maybe someday i can apply to be colorist

i will made a review about orv after finishing TA and finished reading the rest 100 chapter! yeay! i made this to encourage myself please dont mind it.

[A delete later end of year post]

panel xx

actually im in a messed up condition. people wont be able to tell but i really cant control my mind in this last month. this is the second semester of my uni final project, normally people can finish their final project in 2 semester. but my mind state is really unstable due to much thing…

i might seem more better in communicate with people –well no, i actually getting more pessimistic sometimes- but i thought i want to be like other people too, live normal, the result is. I become unable to create story. and unable to read. this two thing is the only thing that keep me survive in my past self. (im not doing it to get anything. i write for myself, its like a thing i do to take a rest from reality)

I cant do it and i feel really miserable. wheter is my long story, a small side story about character ive made with friend, or even my final project comic story. ( its marco, freya and mr.adam). i liked the theme, i like the character. but i just unable to write. the same for the rest of my story.

but i have to done my final project whatever condition im in.  its feel like scribbling on fog. its really scarry, maybe because the burden of final project, it is a story that i must bear the responsibility of the context. what if this story didnt go in the right way, what if added misinformation. what if its really weird. after all im bad at communication.

the same goes for reading. i cant enjoy much of any story i read, or dropped it. im traumatic at opening webtoon because it reminded me about how I made webtoon 3 years ago and stopped because of depression. its affecting to whatever im reading. and i just cant read comic normally, yet i need to make story to continue living so i need to read to have reference and inspiration. it is so empty being in this year because i really cant do it.

yesterday i finished the storyboard for the final project comic. its hard. i wonder how people can made their story for the comic so fast? why im the only one who struggling with this fog? even after it finished i really still scared if it isnt going right.

then i take a deep breath.

Its really thanks to orv. kim dokja especially. im glad i found them in this end of the year, even it took a bit time to stabilize me to stop fangirling. but because i read it im relieved

‘ah i still can enjoy reading after all,

theres still many thing i want to read,

i still want to continue making story

Orv itself is a story of a reader. and that way i realized that im still a reader, i can read, and i can made story again. this time all i need to do is accept.

in other term. ‘bersyukur’. no matter how weird ive become as a human, or my story become. i cant just erase it and change it to be like other people. i have to accept that.

this way i decide to move on. and stop thinking to erase and start. and im thankful my vision become a bit clearer today.

this is a delete later post, thank you. have a good year end and dont forget to be thankful for yourself surviving this year.

//the drawing is fanart for the 188th chapter xD, i havent finish the strip yet because pilled up things, i had to restrain from keep reading//

Pour Up

cant sto1cant sto2

At this point is there anymore trace left of myself,

.

.

Sorry for the blood. actually i have zero talent to become a good and bright artist who spread joy and good thing. im just too edgy :’)

Kotak Kue

Itu hari rabu sederhana di tanggal 29 mei.

Aku lagi ga puasa, tidur jam 3 pagi dan bangun jam 9. Pagi yang kacau, dan aku nggak tahu kalau hari ini aku mendapat banyak sekali kebaikan. Coretan konsul yang akhirnya kudapat di kertas, ketemu teman teman yang biasanya jarang ketemu karena sibuk dengan akhir kuliah masing masing, buka di studio, dapat parsel kue dan amplop bulan ini

Aku memandangi langit lama lama di perjalanan pulang, sambil mencengkram erat kotak parsel kue itu di tangan kiri karena tak punya cantelan yang pas untuk menggantungnya di motor. Lalu merenung, dan mulai berpikir… aku ini selama ini kebaikan apa yang sudah kukerjakan?

Aku dulu pernah bertanya tanya soal masa depan, semacam memangnya aku bisa punya kerjaan? Memangnya aku bisa kerja dengan orang? Memangnya aku bisa nikah? Memangnya aku bisa punya anak? Memangnya… aku bisa berhasil untuk hidup kayak orang normal lainnya? Aku ga berani bilang apa apa soal masa depan dengan diriku yang masih begini..

Tapi aku punya kotak kue di perjalanan pulang ini. Kotak kue dari mas studio di tempat kerja pertamaku. Aku mematahkan prediksi pesimisku akan masa depan yang pertama… yang dulu kutanyakan.

Aku punya kotak kue, kayak ibuku dapat kue saat lebaran dari sekolah tempatnya mengajar.

Rasanya dibanding apapun, kotak kue itu adalah hadiah terbesar yang pernah kuterima. Karena kotak kue itu seolah mengatakan kalau aku bisa kerja seperti yang dilakukan orang-orang, kalau aku bisa bawa pulang sesuatu ke rumah, seperti yang ibuku selalu lakukan.

Aku tahu, aku harusnya aku berhenti bertanya tentang diriku sendiri. Dan mulai membuat pertanyaan tentang orang lain, apa yang bisa kulakukan untuk orang lain? yah masih jauh dari itu mungkin tapi, mari berusaha :’)

.

ini  tulisan sebelum lebaran kemarin yang lupa di post karena pulang kampung, tapi yah begitulah, alhamdulillah saya baik baik saja